Mengenal Pemanfaatan Limbah Elektronik

Pernahkah Anda membuang barang elektronik? Kalau jawabannya YA, pernahkah Anda bertanya, pergi ke manakah semua barang-barang tersebut jika Anda harus membuangnya? Sudahkah Anda memikirkan pemanfaatan terhadap limbah elektronik?

Mengenal E-waste

Pemanfaatan limbah yang kita kenal bersama adalah pemanfaatan limbah industri baik itu organik maupun anorganik. Metode tersebut telah dilakukan dalam berbagai cara yang mudah untuk dilakukan. Barang elektronik sebagai salah satu limbah anorganik memiliki kesulitannya sendiri. Limbah elektronik (E-waste) merupakan salah satu limbah yang riskan untuk berkontak langsung dengan manusia. Pemanfaatan limbah ini menjadi sangat rumit dikarenakan e-waste mengandung ribuan susbstansi yang berbeda termasuk metal beracun seperti arsenik, kadmium, kromium, dan bahan-bahan mudah terbakar. Mengolahnya kembali menjadi bahan-bahan mentah merupakan usaha yang hampir tidak mungkin. Hingga saat ini belum ada teknologi sempurna yang mampu mengembalikan elemen pada barang elektronik untuk dapat digunakan kembali.

PBB memberikan estimasi bahwa tiap tahun terdapat total 20-50 juta ton e-waste. Pada tahun 2020, diestimasikan bahwae-waste komputer tua di Afrika Selatan dan Cina akan meningkat 200-400% dan di India meningkat 500% dari jumlahe-waste pada tahun 2007.  Jumlah ini bukan jumlah yang kecil. Kecepatan teknologi juga berdampak pada kecepatan jumlah sampah elektronik di mana negara dunia berkembang menjadi “tempat sampah”nya.

Pembungan e-waste di beberapa negara sering kali tidak menjadi prioritas di mana sampah-sampah tersebut di buang begitu saja di TPA dan akhirnya menyebabkan kerusakan lingkungan dan kesehatan manusia.

Pemanfaatan e-waste 

Hal ini menjadi pertanyaan besar karena e-waste bukanlah barang yang mudah untuk di daur ulang secara kreatif. Menurut artikel Bloomberg, di Cina, India, dan Ghana, bisnis daur ulang e-waste melakukan sedikit usaha untuk menghindari tersebarnya material beracun dari alat elektronik. Dan perusahaan komputer seperti IBM berusaha melepas 1% dari komponen e-waste untuk dibuang di tempat pembuangan sampah darat.

Usaha-usaha tersebut ditujukan untuk mengurangi kuantitas e-waste yang semakin tidak terkontrol. Pemanfaatan elemen elektronik seperti metal baja, metal tembaga, dan plastik polikarbonat dapat digunakan atau dimanufaktur ulang. Namun elemen seperti PVC (polyvinyl chloride) dan fiberglass merupakan elemen beracun yang sulit (mendekati tidak mungkin) untuk di daur ulang. Berangkat dari iniliah pengolahan limbah elektronik menjadi isu yang masih dipermasalahkan.

Dari sisi produksi masalah tersebut ditekan dampak negatifnya dengan menggunakan level bahan berbahaya yang terbatas. Sebagai contoh, Uni Eropa menyusun kebijakan mengenai standarisasi kuantitas elemen dalam barang elektronik dan membuat produk elektronik menjadi lebih ramah. Maka melalui kebijakan dan inovasi baik dari perusahaan maupun pemerintah dapat meningkatkan inisiatif pengolahan e-waste dan pemanfaatan limbah elektronik.

One thought on “Mengenal Pemanfaatan Limbah Elektronik

  1. Pingback: Pemanfaatan Limbah & Sampah di Tempat Kerja | Pengolahan Limbah 101

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s