Pengolahan Limbah: Kertas vs Digital

Di era digital ini tentu sering ditemukan perdebatan mengenai kertas versus digital, manakah yang lebih hijau? Penggunaan kertas sebagai media baca konvensional memang memungkinkan konsumsi pohon menjadi sangat rutin dan dalam jumlah besar. Dan dunia digital yang sedang berkembang diharapkan mampu menjadi media alternatif. Namun dari sisi digital pun, kelemahan utamanya adalah di penggunaan energi. Membaca melalui laptop, tablet, maupun e-book reader memerlukan energi listrik yang juga tidak sedikit. Maka seberapa signifikan perubahan dari kertas menuju digital terhadap perbaikan lingkungan? Perdebatan ini cukup menarik melihat pengolahan limbah kertas maupun limbah elektronik pun masih bermasalah.

Dari sisi pendukung kertas, pengolahan limbah kertas dinilai lebih mudah dibanding mengolah limbah elektronik. Kertas dibuat dari pohon dan sifatnya lebih ramah lingkungan. Lebih mudah juga untuk didaur ulang dan memiliki kelebihan non-lingkungan lainnya seperti penghematan dalam biaya. Sedangkan dari sisi pendukung digital menyatakan bahwa produk elektronik yang digunakan untuk membaca sifatnya lebih tahan lama. Selama pengguna dapat memanfaatkan produk dengan baik, maka produk akan bertahan lama dan tidak mudah rusak seperti kertas. Meskipun dibantah pula oleh pendukung kertas bahwa teknologi semakin maju dan manusia cenderung untuk terus mengikuti perkembangannya,

Perdebatan yang tak kunjung berakhir ini diserahkan lagi bagi masyarakat. Pilihannya untuk menggunakan kertas atau peralatan elektronik dalam hal membaca menjadi sulit untuk dikendalikan atas nama pengolahan limbah yang efektif. Beberapa hal yang ditekankan dalam perdebatan ini adalah bagaimana masyarakat dapat menggunakannya secara seimbang. Konsumsi buku digital maupun konvensional jg perlu memperhatikan hal-hal ini karena buku bukanlah produk yang nilainya dapat dikurangi begitu saja.

Perseteruan kertas vs digital tidak perlu menjadi perdebatan yang non-solutif. Baik pelaku bisnis percetakan maupun masyarakat perlu memikirkan cara-cara solutif untuk memadukan dunia kertas konvensional dengan digital untuk kemudian dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik. Usaha mengurangi limbah kertas maupun limbah elektronik dan penggunaan energi yang berlebihan, perlu diantisipasi secara strategis dan tepat guna. Agar fungsi awal buku maupun e-book tidak terhapus karena perkembangan teknologi dan kondisi lingkungan yang memburuk. 

One thought on “Pengolahan Limbah: Kertas vs Digital

  1. Pingback: Pengolahan Limbah Langkah Awal – REUSE | Pengolahan Limbah 101

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s