Kebijakan Pengolahan Air Indonesia

Sebagai negara dengan kebutuhan air yang besar, Indonesia dinilai sebagai negara dengan manajemen pengolahan air yang buruk menurut berita The Jakarta Globe. Menurut Herry Harjono, seorang peneliti senior LIPI menyatakan bahwa proses agrikultur dan manufaktur merupakan salah satu konsumen air paling boros dengan menggunakan 3.400 liter air untuk memproduksi 1 ton beras, 15.500 liter untuk 1 ton daging sapi, dan 20.000 liter untuk membangun 1 buah komputer.

Melihat fakta dari berita tersebut, memang dapat dipastikan adanya penggunaan air yang tidak diimbangi dengan penyimpanan dan manajemen yang tepat. Sistem pengolahan air di Indonesia pada dasarnya telah dietapkan dalam UU No 7 tahun 2004 yang menyebutkan pilar-pilar penting dalam manajemen air. Dalam kebijakan tersebut telah disebutkan mengenai tanggung jawab sumber air yang harus diintegrasikan antara pusat dan regional. UU tersebut juga menyebutkan perlunya perjanjian institusional dalam pengolahan sumber air termasuk memperkuat partisipasi publik maupun sistem finansial dalam pengolahan air.

UU tersebut secara normatif mampu menjadi garis pandu bagi para eksekutor di lapangan untuk menciptakan sistem yang baik dalam pengolahan air. Namun pada kenyataannya UU ini belum dapat diimplikasikan dengan baik. Sistem otonomi daerah dan proyek desentralisasi membuat paradigma UU ini perlu mendapat banyak penyesuaian melihat situasi daerah Indonesia yang bervariasi. Pemerintah daerah khususnya perlu memberlakukan banyak hal yang mendukung implementasi pengolahan air yang telah dirancang secara sistematis.

Melihat implementasi tersebut, maka pemerintah daerah juga membutuhkan partisipasi dari masyarakat daerah juga. Tanpa dukungan dan masyarakat yang mau mengelola air menjadi lebih baik UU tersebut pun menjadi tidak tepat guna. Apalagi dengan kebijakan yang berhubungan dengan irigasi, masyarakat perlu ambil kendali setara dengan pemerintah daerah dalam mengimplikasikan. Jika kebijakan ini dilaksanakan dengan baik, oleh pemerintah maupun masyarakat, maka sistem pengolahan air Indonesia dapat menjadi lebih baik.

5 thoughts on “Kebijakan Pengolahan Air Indonesia

  1. Pingback: Pentingnya Pengolahan Air Limbah | Pengolahan Limbah 101

  2. Pingback: Pengolahan Air melalui Pencegahan Polusi Air | Pengolahan Limbah 101

  3. Pingback: Pengolahan Air: Tak Kenal Tak Sayang | Kenal Pengolahan Air

  4. Pingback: Pengolahan Air Bersih Negara Berkembang | Kenal Pengolahan Air

  5. Pingback: Pentingnya Komunitas dalam Pengolahan Air | Kenal Pengolahan Air

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s