Krisis Pengolahan Air Dunia

Hari Air Dunia pada tanggal 22 Maret merupakan sebuah momen yang mengingatkan manusia mengenai masalah kritis dalam manajemen pengolahan air dunia. Namun permasalahan ini sering kali lewat dari agenda global dan bagaimana pentingnya permasalahan ini bagi masa depan kita. Sebuah artikel dalam Bloomberg Businessweek memberikan opini mengenai kualitas air sebagai krisis global yang tidak diacuhkan.

Artikel tersebut memberikan berbagi kondisi kuantitas dan kualitas air di seluruh region dunia. Bahkan The Third World Centre for Water Management mengestimasikan penanganan air bersih di Amerika Latin hanyalah sebesar 10-12% saja. Air sungai khususnya di beberapa negara berkembang seperti India mengalami polusi dan akhirnya beberapa bagian daerah tersebut mengalami kekurangangan air. Di negara berkembang, menurut statistik PBB, 70% limbah industri dibuang sembarangan ke air yang akhirnya mencemari sumber suplai air.

Problem Masa Depan?

Berangkat dari kondisi pengolahan air yang cukup mengenaskan, kita perlu melihat kembali air sebagai sumber utama dalam kehidupan. Beratus ribu tahun, air telah menjadi bagian dalam perkembangan peradaban manusia dan pengolahannya yang tidak diacukan secara serius akan membawa dampak negatif di masa depan. Permasalahan ini tidak hanya mengenai berapa jumlah air yang harus dipertahankan namun juga kualitas air. Air bersih dan sanitasi kemudian menjadi isu yang krusial karena berpengaruh terhadap kesehatan penduduk dan akhirnya ketahanan negara.

Estimasi-estimasi masa depan perlu menjadi perhatian bagi setiap orang maupun negara. USAID mengestimasi bahwa 1/3 penduduk dunia akan mengalami kesulitan dan kelangkaan air di tahun 2025. Penggunaan air baik dalam industri maupun rumah tangga pun meningkat secara pesat selama 100 tahun terakhir dan tentunya dunia ini membutuhkan kerja sama terintegrasi dalam pengolahan airnya.

Apa metode solusinya?

Hingga saat ini pengolahan air sering kali berkaitan dengan sesuatu yang sifatnya politis. Berangkat dari permasalahan tersebut tiap negara dan penduduk perlu saling bekerja sama. Baik itu dari kebijakan, pengubahan industri yang lebih bersih, pendidikan kepada masyarakat, kolaborasi antar negara, hingga adopsi ratifikasi konvensi PBB perlu menjadi perhatian tiap negara. Masyarakat dan pelaku bisnis berperan sebagai pilar pendukung serta pelaksananya. Masyarakat juga perlu berbagi kesadaran pentingnya air bersih dan pengolahannya ke kelompok masyarakat lain sehingga dari sisi grass root pun ada penghematan. Dengan solusi yang terintegrasi maka kelangkaan air dapat dikurangi atau bahkan dikurangi di masa depan.

5 thoughts on “Krisis Pengolahan Air Dunia

  1. Pingback: Pengolahan Air Sederhana di Rumah | Pengolahan Limbah 101

  2. Pingback: PAMSIMAS: Pengolahan Air Berbasis Masyarakat | Pengolahan Limbah 101

  3. Pingback: Isu Dalam Perbaikan Pengolahan Air | Pengolahan Limbah 101

  4. Pingback: Isu Dalam Perbaikan Pengolahan Air | Kenal Pengolahan Air

  5. Pingback: Pengolahan Air melalui Cleaner Production | Kenal Pengolahan Air

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s