Permasalahan Pengolahan Air untuk Irigasi

Irigasi merupakan salah satu metode yang digunakan oleh industri agrikultur untuk memproduksi makanan. Tiap negara memiliki kebijakan dan metodenya masing-masing dalam pengolahan air untuk irigasi. Indonesia sebagai negara yang menggantungkan dirinya pada hasil agrikultur tentu juga memiliki kebijakan dan strategi konservasi air. Apalagi kebutuhan air untuk irigasi di Indonesia terhitung sangat besar. Namun tentu terdapat permasalahan yang muncul dari pengolahan air untuk irigasi ini, seperti:

Banyaknya Institusi yang Terlibat
Pada mulanya pembangunan dan pengolahan air untuk irigasi di Indonesia difokuskan pada konstruksi infrastruktur. Namun hal ini menyebabkan pembangunan irigasi tidak dapat bertahan lama. Maka pemerintah pun mengeluarkan kebijakan yang memungkinkan adanya partisipasi komunitas setempat dalam implementasi pembangunan dan manajemen sumber daya alam maupun irigasi. Meskipun kebijakan adalah elemen penting, institusi yang memimpin berjalannya pembangunan irigasi juga diperlukan. Dan di Indonesia, tidak ada inistitusi yang memimpin. Pada level nasional saja, irigasi dipegang oleh 5 kementerian (Kementerian Agrikultur, BAPENAS, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan). Dari kelima kementerian ini tidak ada satupun kementerian yang ditunjuk menjadi pemimpin sehingga menyebabkan munculnya kesulitan pertanggungan jawab proyek irigasi.

Lemahnya Sumber Daya Manusia
Pengolahan air untuk irigasi membutuhkan orang-orang yang berkompetensi di bidangnya, baik itu dalam perancangan strategi maupun pada pembangunan konstruksi dan aset. Namun di Indonesia, perekrutan pekerja tidak dijalankan dengan baik sehingga membuat pekerja dapat keluar-masuk proyek irigasi dengan bebas. Hal ini menjadi permasalahan apalagi jika tidak didukung dengan pelatihan yang benar dan penjaga kualitas sumber daya manusia. Akhirnya proyek irigasi tidak dapat dijalankan secara profesional dan menjadi proyek serabutan saja.

Degradasi Lingkungan
Jumlah populasi masyarakat Indonesia yang meningkat setiap tahunnya menyebabkan kebutuhan akan lahan perumahan yang lebih tinggi. Pembangunan ini menyebabkan adanya konversi dari tanah agrikultur menjadi keperluan lain. Isu lingkungan lain yang juga berpengaruh pada irigasi adalah suplai air dan deteriotasi batas air. Hal ini tentu berhubungan dengan bagaimana selama ini pengolahan air dijalankan.

3 thoughts on “Permasalahan Pengolahan Air untuk Irigasi

  1. Pingback: Revolusi Pengolahan Air ADB | Pengolahan Limbah 101

  2. Pingback: Tantangan Solusi Pengolahan Air | Pengolahan Limbah 101

  3. Pingback: Pengolahan Air dan Irigasi Asia | Kenal Pengolahan Air

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s